Kami akan menerapkan ilmu pengetahuan anugrah Allah SWT untuk menyuburkan dan meningkatkan produksi tanah pertanian, meremediasi tanah tercemar minyak, reklamasi lahan bekas tambang, dan pengolahan limbah cair industri Anda.

Senin, 04 November 2013

PUPUK ORGANIK GRANUL ANTI LAYU CABAI



Pupuk Organik kini menjadi salah satu alternatif mengembalikan kesuburan tanah pertanian. Sebab pupuk organik dapat meningkatkan C-organik tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dengan demikian pupuk tersebut perannya lebih sebagai pembenah tanah.

Hasil uji coba Rosmimik dari Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Bogor, dengan menggunakan pupuk organik granul (POG) mampu mencegah penyakit layu cabai.
POG merupakan hasil formulasi Rosmimik dengan metode fermentasi dari bahan baku yang mengandung organik tinggi, yang diperkaya dengan agensia hayati. "Sebelum aplikasi POG, pertumbuhan tanaman cabai kerdil dan hanya ada lima atau enam buah per batang. Tapi setelah dua bulan menggunakan POG ternyata pertumbuhan tanaman lebih subur dan produktivitasnya meningkat," tutur Rosmimik kepada Sinar Tani, di Bogor, beberapa waktu lalu.

Rosmimik dan Pengelola Kebun Cabai
Uji coba tersebut dilakukan di Desa Talaga,Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur pada tanaman cabai yang diserang penyakit layu akar karena jamur. Aplikasinya dengan membenamkan di dekat perakaran tanaman yang terkena penyakit. Selain itu, ditanam sepanjang larikan dekat perakaran. Cabai merah (Capsicum annuum ) paling banyak digunakan dalam bentuk segar atau olahan untuk konsumsi rumah
tangga, industri dan pengolahan makanan. Apalagi harga komoditi tersebut kerap bergejolak, seperti terjadi beberapa waktu lalu. Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi cabai merah. Namun upaya meningkatkan produksi cabai sering mengalami beberapa hambatan, terutama gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT).Salahsatu yang sering menghantui petani cabai adalah penyakit layu. Penyakit layu tanaman cabai disebabkan jamur (Fusarium sp) dan bakteri (Ralstonia solanacearum).

Saat menyerang tanaman cabai, jamur fusarium menginduksi akar membentuk tumpukan atau koloni di pangkal batang tanaman. Jamur tersebut akan mengambil nutrisi yang dibutuhkan tanaman. 

Akibatnya, suplai makanan ke akar yang seharusnya didistribusikan ke jaringan tanaman berkurang. "Penyakit ini dapat mengakibatkan gagal panen cabai sampai 70%, karena tanaman yang terserang jamur ini akan mati," kata Rosmimik.  Sementara lanjut Rosmimik, penyakit layu karena bakteri cara kerjanya relatif lebih cepat dibandingkan jamur. Tanaman akan layu, lalu kering dan mati dalam waktu singkat dalam hitungan hari. Untuk mengatasi penyakit layu akar karena jamur fusarium oxysporum f.sp capsici. dapat menggunakan fungisida sistemik. Sedangkan untuk mengatasi bakteri bisa menggunakan bakterisida.

Beberapa agensia hayati seperti , Trichoderma harzianum, Gliocladium spp., Aspergillu spp., Pseudomonas spp., Bacillus dan Pseudomonad fluoresen dapat juga digunakan sebagai alternatif pengendali penyakit layu cabai. Aplikasi agensia hayati tersebut ke dalam tanah dapat menekan serangan penyakit layu akar. Penerapan antagonis agensia hayati mampu menurunkan tingkat populasi patogen tanaman di dalam tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hal ini karena pengaruh toksin yang dihasilkan. Namun dengan memformulasikan agensia hayati dan bahan baku yang mengandung organik tinggi dalam bentuk POG akan memudahkan petani mengaplikasikan. Pastinya, petani tidak lagi harus gigit jari karena tanamannya terserang penyakit layu .• Yu!


Apa hubungan uji coba Rosmimik ini dengan MARROS LESTARI...??.  Produk yang di uji cobakan oleh Rosmimik adalah MORGANIK-Reguler, salah satu produk CV.MARROS LESTARI, yang diformulasikan oleh Rosmimik sendiri. Disamping diapplikasikan di Desa Talaga, Cugenang, Cianjur, produk ini juga telah diaplikasikan dengan sukses untuk pupuk revegetasi lahan bekas tambang di Papua.

Kalau Anda ingin melihat produk-produk kami yang lain, silahkan di klik disini.

Kalau Anda berminat dengan produk kami, silahkan kontak ke : marroslestari@yahoo.com atau kontak ke 087771160237  atau  087870140732


PUPUK SILIKA GARNUL DARI TERAK BAJA

Non Komoditi | Sarana & Prasarana

Pupuk Silika Granul dari Terak Baja

12:13 WIB | Rabu, 03 Juli 2013 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Pupuk menjadi salahsatu komponen sarana produksi pertanian (saprotan) yang mampu mendongkrak produktivitas. Terlepas dari apakah itu pupuk organik ataupun anorganik, tapi keberadaan pupuk menjadi syarat penting dalam usaha tani.
Dalam penyaluran pupuk harus memenuhi syarat enam tepat (jumlah, tempat, jenis, harga, mutu dan waktu). Karena itu jika pupuk datang terlambat, apalagi yang pemerintah subsidi, petani pasti meradang. Sebab, pupuk menjadi faktor yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.
Salahsatu unsur hara yang bisa meningkatkan kesuburan tanah adalah Silika (Si), terutama pada tanaman padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan tebu (Saccharum officinarum). Unsur hara Si bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.
Staf Peneliti Biology dan Kesehatan Tanah, Balai Penelitian Tanah, Bogor, Rosmimik mengatakan, Silika adalah hara yang menguntungkan bagi tanaman padi. Hara ini dibutuhkan bagi pembentukan daun, batang, dan akar yang kuat. “Jika kekurangan hara Silika  pada tanaman padi, akan menyebabkan daun-daun menjadi lunak dan terkulai,” katanya dalam artikel yang dikirimkan kepada Sinar Tani, beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut akan mengurangi kegiatan fotosintesis tanaman padi, sehingga hasil gabah berkurang. Kekurangan Silika juga akan meningkatkan kepekaan tanaman terhadap penyakit seperti blas yang disebabkan Pyricularia grisea atau bercak coklat karena Helminthosporium.
Karena itu untuk meningkatkan kesuburan tanah perlu asupan pupuk Silika. Sebab, unsur hara N, P, dan K umumnya dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan. Sebaliknya, unsur Si dan unsur mikro tidak dikembalikan ke dalam tanah. “Pada lahan sawah intensif dan lahan sawah yang berbahan induk aluvial sangat membutuhkan tambahan unsur hara Si,” kata Rosmimik.
Editor : Julianto
http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/pupuk-silika-granul-dari-terak-baja/

Catatan :
Produk ini di buat di Production Site CV. MARROS LESTARI berdasarkan kerjasama dengan Peneliti Biology dan Kesehatan Tanah, Balai Penelitian Tanah, Bogor.