Kami akan menerapkan ilmu pengetahuan anugrah Allah SWT untuk menyuburkan dan meningkatkan produksi tanah pertanian, meremediasi tanah tercemar minyak, reklamasi lahan bekas tambang, dan pengolahan limbah cair industri Anda.

Sabtu, 07 Mei 2011

SURVEY KESUBURAN LAHAN UNTUK KEBUN JAGUNG

By :
Drs. Marindo Palar, MM
Dra. Rosmimi Emerde Palar, MSi


PENDAHULUAN
Salah seorang client CV.MARROS LESTARI, 2 tahun yang lalu membeli lahan seluas 9 Ha di daerah Cicurug, Sukabumi. Lahan ini, katanya selama bertahun2 ditanami singkong, oleh penduduk setempat. Client kami akan menggunakan lahan tersebut untuk menanm Jagung.Untuk itu dia minta CV.MARROS LESTARI utuk melakukan survey kesuburan lahan dan rekomendasi pembenahan tanah dan pemupukan.

SAMPLING
Survey dilakukan dengan mengambil sample tanah di lokasi. Untuk setiap lebih kurang 2 Ha lahan, diambil 5 sampel pada titik-titik tertentu, lalu digabung menjadi 1 sampel.  Total sampel gabungan 5 sampel. Terhadap sampel-sampel ini dilakukan analisa C-organik, hara primer NPK dan mikroba tanah, untuk penambat Nitrogen dan pelarut Phosphat dan Kalium.

SURVEY

Pengukuran C-organik Tanah
Tingkat kesuburan lahan diukur berdasarkan kandunga C-organik dari 5 sampel. C-organik sendiri diukur dengan metoda Walkley-Black, sebagai berikut :

a.  Prinsip
    C-organik dalam tanah terlebih dahulu dioksidasikan dengan kalium
    bikromat, kemudian  didesktruksi dengan asam sulfat pekat dan 
    asam fosfat. Besarnya C yang hilang karena teroksidasi merupakan
    kadar C dalam tanah.

b.  Alat-alat :
     • Timbangan analitik / digital
     • Labu erlenmeyer 500 ml
     • Buret
     • Pengaduk magnetik (magnetik stirer)
     • Pipet 10 ml
     • Gelas ukur
     • Labu volumetrik (labu takar) 1 L.

c. Bahan pereaksi :
    • Asam sulfat pekat (H2SO4, 96%)
    • Asam fosfat pekat (H3PO4, 85%)
    • Kalium bikromat 1 N.
       Ditimbang 49.04 g K2Cr2O7, kemudian dilarutkan dengan 
       aqudest dalam baker glass 500 ml. Diaduk perlahan-lahan, 
      kemudian dituangkan ke dalam labu volumetrik (labu takar)
     1 L dan ditambahkan aquadest sampai tanda garis.
   • Indikator difenilamin
          Ditimbangkan 0.5 g difenilamin (p. a.) dan dilarutkan dalam 20 ml
          aquadest, kemudian  ditambahkan 100 ml H2SO4pekat.
   • Larutan ferosulfat 0.5 N.
          Dilarutkan 278 g FeSO4 dengan aquadest dalamgelas piala 500 ml.
          Ditambahakan 15 ml H2SO4 dan diaduk perlahan-lahandengan 
         pengaduk kaca, setelah itu di encerkan menjadi 1 L dalam labu
         volumetrik


d.  Cara kerja :
     · Timbang 0.01 g contoh tanah, dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer 500 ml.
     · Pipet 10 ml larutan K2Cr2O7 1 N dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer tersebut.
     · Tambahkan 20 ml H2SO4 pekat dengan menggunakan gelas ukur, digoyangkan
       perlahan-lahan dan hati-hati jangan sampai contoh tanah melekat di dinding gelas.
     · Kerjakan prosedur nomor 1 sampai nomor 3 untuk blanko (tanpa contoh tanah).
     · Selanjutnya ditambah 200 ml aquadest dan ditambahkan 10 ml H3PO4 pekat dan 30
       tetes indikator difenilamin.
     · Larutan ini selanjutnya dititrasi dengan FeSO4 0.5 N sampai terjadi perubahan
       warna mula-mula dari hijau gelap menjadi biru keruh, dan menjadi hijau terang
       pada titik akhir titrasi.

e.  Perhitungan :
     Kadar karbon dalam tanah :
              % C = {(V1-V2)/S} x N x 0.39
             Dimana :
                   V1 = volume FeSO4 yang terpakai
                            untuk titrasi blanko
                   V2 = volume FeSO4 yang terpakai
                            untuk titrasi contoh
                     S = bobot contoh kering oven
                           105oC dalam gram
                     N = normalitas FeSO4 (misalnya : 0.5 )
                0.39 = 3 x 10-3 x 100% x 1.3 (3=bobot ekivalen karbon)
           Catatan :
                Faktor 1.3 adalah faktor kompensasi untuk pembakaran bahan organik
                yang tidak  sempurna.

Selanjut nya, Nitrogen diukur dengan Metoda Kjedahl,sedangkan P dan K ditentukan secara spektrofotometrik.

HASIL  SURVEY

Jenis Tanah    : Inceptisol
Tesktur Tanah : Claylum (Lempung berliat)
pH Tanah      : Cenderung masam (Rata-rata < 6)
Hasil Analisa


KESIMPULAN
Lahan seluas 9 Ha tersebut merupakan lahan miskin, dan sedikit masam

PROPOSAL PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN

Untuk menjadikan lahan tersebut tergolong lahan subur, maka direkomendasikan untuk diperlakukan dengan pupuk pempenah tanah yang akan kami formulasi khusus, yaitu MORGNATA NPK2-C16, dengan dosis sebanyak 2,6 Ton/Ha. JANGAN DITABUR. Siram dengan air pagi dan sore.

Setelah 2 minggu, tanam bibit, beri MORGENTA NPK2-C16, sebagai pupuk dasar, sebanyak 150 gram/tanaman. Pemberian pada kedalaman antara 5-10 cm di pokok tanaman, lalu tutup dengan tanah.

Untuk pemupukan lanjutan, kami formulasikan pupuk semi organik, MORGENTA-NPK5-C12.
Gunakan pupuk ini sebanyak 200 gr/tanaman, pada saat tanaman mulai mengeluarkan malai.


Tidak ada komentar: